Wednesday, August 19, 2009
Memories is all I have…
Sunday, August 02, 2009
100 posts
kita sudah berhasil menembus 100 posts...luar binasa...standing applause dulu deh..plokplokplokplok...huhuyy..
trima kasih kpd semua pihak yang telah memberikan sumbangsihnya selama ini..yo!nathan,bchastity..dan pihak2 lain yang telah mengikuti blog ini...
gile serasa ni blog terkenal ajeee..hahaha...
keep posting guys...
Wednesday, July 22, 2009
Dia Cantik Sekali.... (Yaaahuuuu)
16 juli 2009
10.43 PM
Aku baru tiba di kamarku. Kamar kost yang ruangannya besar dibanding kostan yang lain di kelasnya. Sudah cukup bersih dan rapi. Aku merapikannya saat tadi sore kau ada disini. Keberadaanmu membuatku sadar akan kebersihan. Atau setidak-tidaknya, karenamulah aku bersih. Klise memang, tapi ya sudahlah.
Aku baru tiba dari perjalanan pulang dari rumahmu. Untuk pertama kali aku mengantarkanmu pulang dengan motor ku yang tidak bisa dibilang butut itu. Produksi 2007, masih baru. Buat apa kita bahas, mari berlanjut.
Ya, untuk pertama kalinya aku ke rumahmu sendirian. Memang tidak ada orang tuamu, sehingga aku bebas bernyanyi sesuka hati dengan gitar adikmu yang entah kenapa lengket; namun tetap saja aku tegang. Aku merasa terintimidasi dengan rumahmu yang secara tidak normal besar dan aneh. Ruang makan dan ruang tamu dipisahkan oleh tangga yang melingkar. Piano yang seperti dipaksakan berda di sisi tangga, terjepit antara kursi. Sekilas aku melihat hanya ada dua kamar tidur yang ada di lantai itu. Baru dua kali aku kerumahmu, tapi baru kali ini aku memperhatikan lebih detail.
Aku baru tiba dari mengantarkanmu pulang, setelah satu harian kau menemaniku. Kita mengurus tetek-bengek perpajakan motorku yang tidak bisa dibilang butut itu di daerah yang aku pun tak tau namanya. Kau tiba kurang lebih 12 jam yang lalu, dan terus menemaniku sampai aku mengantarkanmu pulang sekitar 2 jam yang lalu. Setelah sampai rumahmu dan berbincang sejenak, kita memutuskan untuk makan. Sambil makan kita berbincang, dan aku secara asal menyerocos agar kau kabur malam2, mengulang kejadian sehari sebelumnya saat kau pergi berdansa di klub, namun kali ini kau ke apartemenmu dan menemaniku melewati malam. Kau secara spontan mengatakan oke, dan kita tidak membahasnya lebih lanjut, meski aku memendam rasa ingin. Dalam perjalanan, kau mengirimkan pesan singkat di telepon selularku mencoba mengkonfirmasi apakah nanti malam jadi. Aku bilang aku ingin, dan memang sebenarnya aku ingin, tapi sebaiknya jangan karena aku tahu engkau capek dan mengantuk. Berkali kau bertanya, tapi tetap aku bilang lebih baik jangan.
11.17 PM
Aku baru tiba, dan pikiranku tak karuan. Setengah hatiku berharap-harap cemas apakah engkau akan datang atau tidak. Kita masih bertukar pesan pendek, dan akhirnya kita berhenti. Aku curiga, akankah kau memberikan aku kejutan lagi seperti waktu ulang tahunku dulu, dengan tiba-tiba datang dan muncul di pintu kamarku. Aku tak bisa berhenti memikirkan setengah berharap. Aku nyalakan TV. Stasiun swasta tertua di Indonesia menjadi pilihanku. Nah, ada acara konser memperingati 30 tahun karya penyanyi favoritku yang baru meninggal. Aku pernah menontonnya. Ah, dimana VCD konser ini, pikirku. Dulu aku menontonnya berulang-ulang. Aku berinisiatif untuk menelponmu untuk memberitahukan tentang konser ini, sekalian mengecek keberadaanmu. Suasananya sepi, jadi aku berasumsi kau di kamarmu. Tapi begitu menutup telepon, aku justru sedikit berharap bahwa kau di mobilmu, mencoba menyembunyikan suara-suara jalan, mencoba memberikan kejutan terkhir untuk malam ini. Aku sudah membuka pintu kamarku lebar-lebar untuk mendengar jalanan gang kostan ku. Aku berharap kau benar-benar datang.
11.38 PM
Ah, ada suara mobil. Aku berlari ke pintu mencoba mengintip siapa yang datang. Berharap itu dirimu, dan menyiapkan senyum yang amat sangat lebar. Ah, mobil apa itu. Mini Bus Merah Marun. Sial.
17 Juli 2009
00.04 AM
Hm. Mungkin kau memang sudah tidur. Sudah sekitar dua jam yang lalu kita berhenti bertukar pesan pendek. Jalanan gang kostanku juga semakin lenggang. Sepi. Entah kenapa sepi. Lebih sepi dari biasanya. Entah karena perasaanku yang tak karuan ini, atau memang benar-benar sepi. Aku rindu. Kangen. Sial. Padahal sudah seharian kita bersama meluangkan waktu, tapi aku memang rindu. Ah, mandi sajalah, biar aku langsung tidur.
01.13 AM
Aku tak tahan. Aku akhirnya mengirimkan pesan pendek padamu. Seharusnya aku sedikit lebih egois, dan memintamu untuk kesini. Sial.
10.02 AM
Aku terbangun. Aku melihat pesan singkat darimu, dikirimkan sekitar dua jam yang lalu. Kau bilang kenapa aku tidak meminta, dan kau sama sekali tidak keberatan untuk menemaniku. Ya sudahlah. Telah berlalu. Aku tidak punya kegiatan apa-apa hari ini. Mungkin aku akan membersihkan kamarku. Sudah lama aku ingin melakukannya. Bersih-bersih total setelah kemarin baru aku rapikan. Aku katakan hal itu kepadamu. Dan tiba-tiba kau bilang akan datang menemaniku. Aku amat senang. Aku langsung terbangun dan mulai bekerja. Membersihkan kamarku pelan-pelan, tapi bersemangat. Kau datang. Hihihi, aku tertawa geli. Senang.
11.17 AM
Ah, itu dia mobilmu. Tersenyum. Bersyukur. Betapa beruntungnya memiliki dirimu. Istimewa. Hahhhhhhh. Aku masih sambil membersihkan kamarku. Tetapi kau agak lama keluar dari mobilmu.
Akhirnya kau keluar. Aku di dalam kamar, sengaja menunggumu. Terdengar suara pinti mobilmu kau tutup. Langkah kakimu terdengar sayup, dan semakin jelas saat kau mendekat.
Ah, itu dirimu. Cantik. Manis sekali, balutan baju itu di badanmu yang seksi. Entah apa itu namanya, semacam baju luar berwarna merah muda, baju dalam berwarna hitam, dan jeans berwarna hitam. Mungkin kau tidak menyadarinya, tapi saat kau berdiri di pintu kamarku, kemudian masuk, waktu serasa berjalan pelan sehingga aku diizinkan untuk meperhatikan dirimu lebih dalam.
Hahh. Kau memang special.
Dirimu yang membuatku mabuk cinta,
seribu hal-hal yang tidak kuduga kau lakukan, membuatku tambah tergila-gila,
seribu hal-hal kecil yang tidak kau duga, membuatku kecanduan,
dan banyak hal-hal yang kuduga pun membuatku ingin lagi.
Hahh. Itu dirimu. Kau memang special.
Monday, July 06, 2009
Why The F?
Kamu dan hal-hal kecilmu yang kucintai...
Kedipannya nakal, kerlingannya menantang, tapi tatapannya tulus…
Aku menyukai rambutmu…
Tergerai dan terikat tak menjadi masalah, menurutku kau tetap mempesona…
Aku menyukai warnanya,
Tidak hitam sehingga masih bisa kelihatan kalau malam, tidak putih karena akan membuatmu menyeramkan…
Aku menyukai dahimu…
Lebar, lapang, dan nyaman untuk ditempeli…
Aku menyukai alismu…
Tebal.
Aku menyukai bulu matamu…
Lentik, meski tak selentik punyaku, meski tak selentik jari kelingking Gilang…
Aku menyukai hidungmu…
Little and cute…
Aku menyukai pipimu…
Empuk dan menggemaskan…
Aku menyukai mulutmu…
Meski terkadang mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan, tapi kamu selalu mengatakan yang kamu inginkan dan rasakan (yang ini kadang2, hehehe); dan kamu selalu berusaha mengatakan yang sebenarnya (mudah2an selalu seperti ini)…
Aku menyukai kedua belah bibirmu…
Oh My God; _-SenSor-_...
Aku menyukai dagumu…
Keras, tegas, dan tak mempunyai belahan seperti orang-orang bule sehingga terkesan punya belahan pantat di mukanya…
Aku menyukai lehermu…
Wangi…
Aku menyukai lenganmu…
Empuk dan menggemaskan…
Aku menyukai tanganmu…
Lembut dan menenangkan…
Aku menyukai perutmu…
Empuk dan menggemaskan…
Aku menyukai lekukan badanmu…
Bak gitar spanyol produksi Indonesia yang selalu ingin aku mainkan…
Aku menyukai kakimu…
Kaki yang amat aku harapkan untuk terus melangkah disampingku…
Aku menyukai setiap inchi dari badanmu…
Yang apabila aku teruskan untuk menggambarkannya akan sedikit seronok dan tidak romantis lagi…
Aku menyukai caramu menyentuh, apalagi menyentuhku…
Aku menyukai caramu bernafas…
Aku menyukai caramu berkata…
Aku menyukai caramu berlaku…
Aku menyukai caramu berjalan…
Aku menyukai caramu bekerja…
Aku menyukai caramu berdoa…
Aku menyukai caramu berdandan…
Aku menyukai caramu berfikir…
Aku menyukai caramu bertindak…
Aku menyukai caramu mengetik…
Aku menyukai caramu menyapu, sayang kamu tidak bisa mengepel…
Aku menyukai caramu menonton…
Aku menyukai caramu memelukku…
Aku menyukai caramu mencinta…
Aku menyukai caramu dicinta…
Aku menyukai caramu bercinta…
Aku menyukai senyumanmu…
Aku menyukai tawamu…
Aku menyukai genggaman tanganmu…
Aku menyukai hangat pelukmu…
Aku menyukai dicintai olehmu…
Aku menyukai mencintai dirimu…
Aku mencintai menyukai dirimu…
Baby, percayalah bahwa aku tidak sempurna,
Tapi untukmu aku mencoba…
Kau masih mungkin secara tidak sadar kusakiti,
Tapi percayalah aku berusaha perbaiki diri…
Baby, I know I am nothin’ compare to those other guys…
But hear me, note this, because I crap you not…
I don’t wanna be just another guy…
Don’t wanna be just another fling,
Don’t wanna be just another game,
Don’t wanna be just another an other…
I wanna be your man…
I don’t wanna be just another parking space,
I wanna be your garage…
I don’t wanna be just another motel,
I wanna be your home…
I don’t wanna be just another river,
I wanna be your ocean…
Yang kuinginkan adalah mencintaimu dan mengasihimu…
Mendapatkanmu dan memilikimu adalah anugerah dan berkat,
Yang tak akan kulepaskan…
You are the place where my heart belongs to…
I love you, please, just hang on to that…
Yang mencintai dan mengasihi dirimu selain Tuhan Yesus,
Byt
*nb : aku mencintaimu, jadi ganti saja semua kata suka menjadi cinta…
Jawaban atas comment....
mari kita tetapkan beberapa point...
yang pertama, TIDAK ADA YANG ABADI! Well, setidak2nya secara logis yah begitu...
bertahan atau tidaknya sebuah hubungan, entah pacaran atau persahabatan, TERGANTUNG! tergantung darimana? yah banyak faktornya, tapi tetep aja, semua itu kembali ke masing2 individu...
yang kedua, SEMUA RASA KEHILANGAN PASTI BERAT! Gw pernah nonton DVD serial sitkom luar negri berjudul "How I meet your mother" keluaran CBS, ada tagline yang seperti ini...
"Breaking up is always hard, all we can do is make it less awful..." or somethin' like that...
muingkin yang Ngbuat itu berat adalah lo jadi gak punya tempat untuk berbagi lagi, yah secara sahabat tempat lo mencurahkan keluh adalah orang yang lo putusin...
tapi emang lo gak punya sahabat lain? atau gak punya teman lain? Kalo teman pasti punyalah, ya kan? Kalo gak, well that's just sad...
Asal lo tau, dan dengarkan ini ya (gaya Mario Teguh), dari pengalaman gw dan orang2 sekitar, pertemanan bisa saja berubah menjadi persahabatan dengan 1 malam curhat, obrolan antar handphone CDMA, sama-sama menunggu antrian Bank, dan berjuta cara-cara lain...
Mmmmm, gw pernah nanya cw gw, cuma gw lupa dia ngmg apa, dan pada saat gw nulis ini, dia lagi telvnn ama mantannya, jadi gw gak konsen...
Nanti gw tulis lagi kalo gw inget...
Hohohohooho....
Kenapa? Terlalu banyak yang terjadi, terlalu cepat temponya...
Cerita lama akhirnya berakhir, cerita baru yang "hampir" terjadi juga berakhir...
Cerita yang seharusnya terjadi juga berakhir...
Tapi gw mendapatkan salah satu anugerah terbesar yang pernah gw dapatkan dalam hidup,
sebuah cerita baru yang benar-benar ngbuat gw bahagia bukan kepalang...
How blessed am i....
Lalu bagaimana menceritakannya?
Pelan2 saja...
Gw punya rencana buat ngebuat blog pribadi, yang hanya berisi cerita2 gw selama ini...
Dan blog ini gw dedikasikan untuk ngomngin orang, alias ngegossip...
Tapi gak tau deh...
Yasudahlah....
Wednesday, June 10, 2009
I didn't know how could this happened to me..
I never knew, no any clue..
that feeling, just came to me like a thunder, so fast, like a flash..
I didn't enjoyed this, don't ever judge me.. you can only guess how hard it is..
it's the first time and I'm all alone too weak to handle this by myself..
there's not even my bestfriend stood by my side..
I keep blaming myself to have that feeling, it's not right.. I know it's not..
Since that time, I started to share my feeling to some of people that I trust.. people that I've called besfriends..
all of them, except this girl.. I really want to let her know, but I just don't understand why did I never found the right time to share.. I find that there's nothing wrong but time.. so weird.. did God has a plan on this? a BIG plan? yea I guess..
well, that girl (as I know) has never knew about my feeling, I never never ever never never ever told her for God sake.. I think this is kinda weird too much, because I really don't mind to let her know all about this fuckin stuff..really.
until I know the truth, the shocking truth.. that was in the afternoon, I'm sitting on the bench, sniff something strange was happened, something wrong.. really wrong..
I've made sure for all of this wrongness, from one of my bestfriend..............
then......there I am.. crashing out into pieces.. what the hell is wrong with me?? why do I have to be so broken? where have you beeeeeen Tity?? you're the most sensitive girl in the world who easily could see the fact that he loves another girl?? and the fact that this another-girl is that the-only-one-girl who-is-untold!?? oh well, that's crap.. I shouldn't have to be that broken, actually.. but yes I did!! :'(
so, I decided to stop this feeling.. this all is just.......too tiring for me..
yeah I want to stop, I'm over it. I quit from this game. GAME is OVER.
but I'm not such a LOSER! I don't want just go off from reality and acting as if there's nothing ever happened to me.. I'm not that stupid! I want to end it up beautifully.. as beautiful as my love for him..
I think it will be waaaaaaaay fair enough to let him know the truth.. he has his right.. fair enough for myself too I'm sure..
but there's a problem.. there's so many thing that has blocked me out of my plan..
I can't even talk with him.. while I always have good long chat with him in the past.. it hurts..
just because of the distance that we had, the holiday's come (made a distance wider), the time goes by, the irresponsible guys with their big mouth..... made it more complicated and harder.
yeah it's not what I really pictured in my mind.. nor I expected.. SUCKS.
time pass me by.. I'm watching over the distance.. far... far...far.. away... away.. far...
but I've stayed the same.. nothing change.. and I've never thought to let this feeling away this way..
I need to let him know.. but I don't have a clue how.. I keep wondering..
suddenly at night, my phone's ringing.. he texted me..
then he made a call..
we were talking much.. about me.. about him..about everything around us..FRIENDSHIP.
we have never had this long chat before, I guess.. this is the longest.. and since that time, I'm sure, never been this sure, that he is my bestest friend.. I couldn't ask more.. I'm happy enough about this fact.. there's no more broken heart.. I've told him that I ever had a crush, and he knew it. he knew that I knew he knew. we are just too close to be together.. we know each other too much.. and it's more precious than just love. we both know..
and it makes me feels no shame by telling him the truth of my feeling.. now I'm all the way relieved! :)
we started talking about this girl.. the one he loves.. oh my, how lucky she is.. :)
and I have my promise on him, that I will help him to get her heart, whatever it takes..
at the end, I've said thanks, he said thanks.. we are back to be bestfriend.. :)
this notes I made is just to prove I was right that it's harder to be friends than lovers and you shouldn't try and mix the two, cause if you do and then you're still unhappy, then you know that the problem is you.. trust me.. :)
and for all the people who related to my notes, thank you for your time to be kindly read my notes..
I write this just to make everything's clear.. because you guys, my bestfriends, I lost you and I miss you.. I'm sorry for all the changes of situation which has made by my egoism..
I can only write what the hell is on my mind, it's better than talk with you all..
and actually this is the only way to keep my tears from falling.. :)
I love you all.. that's it.
please stay the same..
Monday, May 04, 2009
A Shoulder To Cry On, Or A Shoulder To Lean To… (II)
Gw pribadi amat menyukai persoalan ini, karena dari pengalaman, emang lebih enak tanpa status karena lo bisa mesra2n sama sahabat lo tanpa ada orang yang berfikir aneh2, ya toh lo sahabat. Lagipula ada kesenengan tersendiri jadi admirer sahabat lo sendiri. Justru yang menyebalkan adalah pada saat sahabat lo yang lo taksir diam2 itu mulai cerita soal cowo lain. Pasti ada lah rasa-rasa sesak2 di dada. Dan itu mulai membuat lo berfikir, kalo selama ini dia nyaman sama lo karena lo gak melangkah lebih jauh dari itu, padahal lo mendam rasa, trus semua pikiran itu membuat lo lemes dan males…
Gw pribadi pernah ngerasain ini sama cinta pertama gw waktu SMA, mari kita sebut wanita ini bernama Made (seperti biasa, samaran). Mungkin gw gak bisa dibilang sohiban bgt sama dia, tapi menurut gw udah akrablah, ama bokapnya aja menurut gw pribadi gw udah kenal. Made ini cantik banget, jadi secara tampilan gw emang amat sangat tidak pantas sama dia kalo dijejerin. Trus anaknya asik, lucu, heboh, sama gampang senyum/tawa. Tapi yang membuat gw jatuh hati adalah kalo misalnya dia tersipu sama matanya; belo, berbinar dan membunuh. Kenapa gw bisa bilang akrab? Well, sering curhatlah, dan menurut gw nyambung aja cara gw berfikir, bercanda dan berbicara dengan dia. Begitu menariknya dy, gw amat-amat salut sama dy.
Pada waktu itu adlh suatu kejadian yang memaksa gw untuk harus memilih, hanya bisa memperhatikannya secara frontal sebatas sahabat, tapi sebenarnya memendam rasa yang menggebu-gebu. Pada waktu itu dy membutuhkan ssorang sahabat yang bisa memberikannya alternative pemikiran lain untuk masalah2nya. Karena memang gw amat sangat sadar bahwa gw sama sekali tidak pantas dengan dia, berlakulah gw seperti secret admirer kaya di lagu2… Semakin lama berjalan, justru gw yang lelah mengaguminya. Apalagi ngeliat dia punya cowo 3 biji dlm 1 tahun. Terlalu takut untuk melangkah lebih jauh ditambah dengan rasa tidak pantas itu membuat gw menjadi pecundang, Cuma bisa melihat dari jauh namun tetap memberikan pembenaran pada diri gw sendiri bahwa memang itu yang dia butuhkan.
Ya itu dia tadi… Made membutuhkan a shoulder to cry on, yaitu tempat dimana bisa menangis, berkeluh kesah, bahkan curhat tentang pacar2nya yg begitu dreamy. Gw yang begitu amat menyukai dan mengaguminya memilih untuk menjadi seperti itu, daripada gw sama sekali tidak bisa dekat sama dy. Hal ini samapi saat ini gw sesali, karena akhirnya gw ngejauh sama dy. Bagaimanapun seorang gw seharusnya menjadi seorang gentleman dan membeberkan perasaan gw ke dy. Alesan pertemanan itu bukan menjadi penghalang, tapi justru jadi alasan utama perasaan cinta terpendam itu diutarakan.
Lalu apa sih yang sebenarnya pengen gw omongin? Sederhana aja. Jangan sampai pertemanan bahkan persahabatan menghalangi lo untuk jatuh cinta sama teman dan sahabat lo sendiri. Justru merekalah orang2 yang paling eligible dan adequate buat jadi pasangan lo. Gak adalah istilah kelamaan temenan, atau kelamaan PDKT jadi lebih enak sahabatan atau kakak-adekan. Itu semua hanyalah alasan yang kita buat2 karena kita terlalu takut akan apa akibatnya. Kebanyakan mereka takut kalo mereka berantem atau putus, ntar g bisa temenan lagi. Lebih absurp lagi ada seseorang yang bilang jangan sampe dia jatuh cinta sama seseorang karena takut gak bisa lepas. (ini kasus pribadi, hehehe…) Tapi gw pernah baca tulisan teman gw yang menceritakan pengalaman temennya. Temennya jatuh cinta sama sahabatnya sendiri, terus ngaku. Trus sahabtnya itu bilang kurang lebih seperti ini: “gw gak mungkin jatuh cinta sama lo. Bayangin aja, gw selalu curhat ttg pacar gw ke lo, baik buruknya luar dalam. Kalo lo yang jadi pacar gw, gw harus ngeluh ke siapa kalo gw sebel sama lo?” Sebuah alasan yang baik, Cuma tetap bgi saya itu tidak berlaku.
Sebenernya mana yang lo butuhkan? A shoulder from your best-friend to cry on or a shoulder from your boyfriend to lean to? Security or comfort? Save or love? Or both?
Percayalah, pacar itu Cuma sebuah status yang membuat lo siap menyerahkan hati lo kepada orang lain untuk dicintai dan mencintai bahkan disakiti. Lalu kenapa gak lo serahkan saja hati lo ke sahabat lo? Might be he/she be the shoulder for you to cry on and also to lean on…