Blog ini hanya sebuah Blog yang isinya banyak bercerita mengenai kejadian-kejadian yang sering terjadi diantara kita semua sebagai seorang manusia..
Saya dan teman saya yang berperan sebagai administrator blog ini ingin mencoba mengungapkan pemikiran-pemikiran yang kami dapatkan selama kami hidup..

Kami harap semoga Blog ini cukup mewakili perasaan ataupun pemikiran kalian..

Jangan takut untuk meninggalkan komen..

Cheers..

Wednesday, July 22, 2009

Dia Cantik Sekali.... (Yaaahuuuu)


16 juli 2009

10.43 PM

Aku baru tiba di kamarku. Kamar kost yang ruangannya besar dibanding kostan yang lain di kelasnya. Sudah cukup bersih dan rapi. Aku merapikannya saat tadi sore kau ada disini. Keberadaanmu membuatku sadar akan kebersihan. Atau setidak-tidaknya, karenamulah aku bersih. Klise memang, tapi ya sudahlah.

Aku baru tiba dari perjalanan pulang dari rumahmu. Untuk pertama kali aku mengantarkanmu pulang dengan motor ku yang tidak bisa dibilang butut itu. Produksi 2007, masih baru. Buat apa kita bahas, mari berlanjut.

Ya, untuk pertama kalinya aku ke rumahmu sendirian. Memang tidak ada orang tuamu, sehingga aku bebas bernyanyi sesuka hati dengan gitar adikmu yang entah kenapa lengket; namun tetap saja aku tegang. Aku merasa terintimidasi dengan rumahmu yang secara tidak normal besar dan aneh. Ruang makan dan ruang tamu dipisahkan oleh tangga yang melingkar. Piano yang seperti dipaksakan berda di sisi tangga, terjepit antara kursi. Sekilas aku melihat hanya ada dua kamar tidur yang ada di lantai itu. Baru dua kali aku kerumahmu, tapi baru kali ini aku memperhatikan lebih detail.

Aku baru tiba dari mengantarkanmu pulang, setelah satu harian kau menemaniku. Kita mengurus tetek-bengek perpajakan motorku yang tidak bisa dibilang butut itu di daerah yang aku pun tak tau namanya. Kau tiba kurang lebih 12 jam yang lalu, dan terus menemaniku sampai aku mengantarkanmu pulang sekitar 2 jam yang lalu. Setelah sampai rumahmu dan berbincang sejenak, kita memutuskan untuk makan. Sambil makan kita berbincang, dan aku secara asal menyerocos agar kau kabur malam2, mengulang kejadian sehari sebelumnya saat kau pergi berdansa di klub, namun kali ini kau ke apartemenmu dan menemaniku melewati malam. Kau secara spontan mengatakan oke, dan kita tidak membahasnya lebih lanjut, meski aku memendam rasa ingin. Dalam perjalanan, kau mengirimkan pesan singkat di telepon selularku mencoba mengkonfirmasi apakah nanti malam jadi. Aku bilang aku ingin, dan memang sebenarnya aku ingin, tapi sebaiknya jangan karena aku tahu engkau capek dan mengantuk. Berkali kau bertanya, tapi tetap aku bilang lebih baik jangan.

11.17 PM

Aku baru tiba, dan pikiranku tak karuan. Setengah hatiku berharap-harap cemas apakah engkau akan datang atau tidak. Kita masih bertukar pesan pendek, dan akhirnya kita berhenti. Aku curiga, akankah kau memberikan aku kejutan lagi seperti waktu ulang tahunku dulu, dengan tiba-tiba datang dan muncul di pintu kamarku. Aku tak bisa berhenti memikirkan setengah berharap. Aku nyalakan TV. Stasiun swasta tertua di Indonesia menjadi pilihanku. Nah, ada acara konser memperingati 30 tahun karya penyanyi favoritku yang baru meninggal. Aku pernah menontonnya. Ah, dimana VCD konser ini, pikirku. Dulu aku menontonnya berulang-ulang. Aku berinisiatif untuk menelponmu untuk memberitahukan tentang konser ini, sekalian mengecek keberadaanmu. Suasananya sepi, jadi aku berasumsi kau di kamarmu. Tapi begitu menutup telepon, aku justru sedikit berharap bahwa kau di mobilmu, mencoba menyembunyikan suara-suara jalan, mencoba memberikan kejutan terkhir untuk malam ini. Aku sudah membuka pintu kamarku lebar-lebar untuk mendengar jalanan gang kostan ku. Aku berharap kau benar-benar datang.

11.38 PM

Ah, ada suara mobil. Aku berlari ke pintu mencoba mengintip siapa yang datang. Berharap itu dirimu, dan menyiapkan senyum yang amat sangat lebar. Ah, mobil apa itu. Mini Bus Merah Marun. Sial.


17 Juli 2009

00.04 AM

Hm. Mungkin kau memang sudah tidur. Sudah sekitar dua jam yang lalu kita berhenti bertukar pesan pendek. Jalanan gang kostanku juga semakin lenggang. Sepi. Entah kenapa sepi. Lebih sepi dari biasanya. Entah karena perasaanku yang tak karuan ini, atau memang benar-benar sepi. Aku rindu. Kangen. Sial. Padahal sudah seharian kita bersama meluangkan waktu, tapi aku memang rindu. Ah, mandi sajalah, biar aku langsung tidur.

01.13 AM

Aku tak tahan. Aku akhirnya mengirimkan pesan pendek padamu. Seharusnya aku sedikit lebih egois, dan memintamu untuk kesini. Sial.

10.02 AM

Aku terbangun. Aku melihat pesan singkat darimu, dikirimkan sekitar dua jam yang lalu. Kau bilang kenapa aku tidak meminta, dan kau sama sekali tidak keberatan untuk menemaniku. Ya sudahlah. Telah berlalu. Aku tidak punya kegiatan apa-apa hari ini. Mungkin aku akan membersihkan kamarku. Sudah lama aku ingin melakukannya. Bersih-bersih total setelah kemarin baru aku rapikan. Aku katakan hal itu kepadamu. Dan tiba-tiba kau bilang akan datang menemaniku. Aku amat senang. Aku langsung terbangun dan mulai bekerja. Membersihkan kamarku pelan-pelan, tapi bersemangat. Kau datang. Hihihi, aku tertawa geli. Senang.

11.17 AM

Ah, itu dia mobilmu. Tersenyum. Bersyukur. Betapa beruntungnya memiliki dirimu. Istimewa. Hahhhhhhh. Aku masih sambil membersihkan kamarku. Tetapi kau agak lama keluar dari mobilmu.

Akhirnya kau keluar. Aku di dalam kamar, sengaja menunggumu. Terdengar suara pinti mobilmu kau tutup. Langkah kakimu terdengar sayup, dan semakin jelas saat kau mendekat.

Ah, itu dirimu. Cantik. Manis sekali, balutan baju itu di badanmu yang seksi. Entah apa itu namanya, semacam baju luar berwarna merah muda, baju dalam berwarna hitam, dan jeans berwarna hitam. Mungkin kau tidak menyadarinya, tapi saat kau berdiri di pintu kamarku, kemudian masuk, waktu serasa berjalan pelan sehingga aku diizinkan untuk meperhatikan dirimu lebih dalam.

Hahh. Kau memang special.

Dirimu yang membuatku mabuk cinta,

seribu hal-hal yang tidak kuduga kau lakukan, membuatku tambah tergila-gila,

seribu hal-hal kecil yang tidak kau duga, membuatku kecanduan,

dan banyak hal-hal yang kuduga pun membuatku ingin lagi.

Hahh. Itu dirimu. Kau memang special.

No comments: