Blog ini hanya sebuah Blog yang isinya banyak bercerita mengenai kejadian-kejadian yang sering terjadi diantara kita semua sebagai seorang manusia..
Saya dan teman saya yang berperan sebagai administrator blog ini ingin mencoba mengungapkan pemikiran-pemikiran yang kami dapatkan selama kami hidup..

Kami harap semoga Blog ini cukup mewakili perasaan ataupun pemikiran kalian..

Jangan takut untuk meninggalkan komen..

Cheers..

Friday, October 29, 2010

Maaf Jika Saya Harus Menulis Ini

Saya hanya seorang mahasiswa tingkat 3 yang harus melanjutkan studi di luar negri..Dan ini adalah kali pertama untuk saya.
Tentu saja sebagai manusia biasa banyak hal baru yang ditemukan, banyak hal baru yang harus disesuaikan.

Kepergian saya meninggalkan tanah air bukanlah untuk selamanya. Hanya sementara walaupun saya tidak tahu untuk berapa lama.
Saya pun tidak ada maksud untuk meninggalkan kehidupan saya di tanah air secara total, saya mempunyai banyak teman, banyak kerabat dan bahkan keluarga saya pun masi berada di sana.

Namun kemudian beberapa kerabat berkata bahwa saya berubah menjadi lebih sombong dan agak sulit untuk dihubungi. Mungkin memang benar itu yang mereka rasakan , dan saya tidak bisa menyalahkan siapapun untuk itu. Tetapi saya hanya ingin memperjelas, saya tinggal di sebuah negara yang mempunyai perbedaan waktu sekitar 5 jam dengan Jakarta, dan tentu saja membuat jam beraktivitas menjadi cukup jauh berbeda. Dan lagi saya baru saja tinggal disini untuk 2 bulan, dan masih banyak hal harus disesuaikan. Jujur saya berusaha keras untuk cepat beradaptasi dengan kehidupan baru ini sehingga saya bisa menjaga kehidupan saya di tanah air juga. Tapi ternyata untuk menyeimbangkan keduanya bukanlah hal yang mudah.

Maaf jika saya harus menulis ini, tapi saya hanya ingin berbicara jika ada sesuatu yang ingin disampaikan atau mungkin ingin sekedar bercerita silahkan hubungi saya. Mungkin (dan spertinya memang itu yang terjadi ) saya akan cukup sulit untuk memulai sebuah pembicaraan dengan kalian, tetapi saya tidak ada maksud untuk melupakan kalian, tidak untuk sedetikpun.
Dan jika saya masih boleh berkata sesuatu maka ini adalah hal yang akan saya katakan :
" Jangan pernah meragukan saya, saya akan melakukan semuanya selama saya masih diberi kesempatan, selama saya masih sanggup dan selama semuanya memungkinkan."

Sekali lagi maaf..

Monday, October 25, 2010

Just for a week

Perjalanan singkat saya ke Jakarta selama seminggu kemarin cukup menyenangkan.
Namun entah kenapa, walaupun hanya seminggu tetapi saya merasakan ada ynag berbeda ketika saya harus meninggalkan Jakarta kali ini.
Saya saat ini sedang berada di Dubai international Airport menunggu penerbangan yang akan membawa saya ke Amsterdam dan akhirnya naik kereta untuk kembali ke Tilburg.

Perjalanan 7,5 jam Jakarta Dubai hanya dihabiskan sebagian dengan merenung. saya mencoba mencaritahu apa hal yang membuat saya merasa leboh berat untuk meninggalkan Jakarta kali ini.

Saya bersyukur masih ada orang-orang yang mau meluangkan waktunya untuk bertemu saya. Dan saya juga bersyukur bahwa orang-orang tersebut adalah juga orang-orang yang saya sayangi sebagai apapun itu. Tapi bukan itu, saya tahu bukan itu jawaban dari pertanyaan saya. Ada sesuatu dibalik pertanyaan itu semua. Dan jujur saya tidak tahu apa jawabannya.

Apakah saya tidak betah untuk tinggal di Tilburg, Belanda? Jawabannya adalah : saya sangat betah, dan masih banyak hal yang masih ingin saya jelajahi dan saya ketahui. Dan lagi-lagi bukan itu jawaban atas pertanyaan saya.

Sebelumnya saya meminta maaf atas ke-abstrak-an post ini. Saya hanya menuliskan setiap kata yang keluar dri pikiran saya tanpa berusaha menyusunnya menjadi sebuah kalimat yang baik ataupun enak dibaca.

Wednesday, October 13, 2010

Untitled ( 6 )

My favourite quote of the year :
"Sometimes it is not enough to do our best; we must do what is required." - Sir Winston Churchill-

Such an inspiring quote,isn't it?

Jujur selama ini yang selalu ada di pikiran saya adalah selalu lakukan yang terbaik dan apapun hasilnya nanti yang penting kita sudah melakukan yang terbaik. Walaupun saya juga masih sering tidak melakukan yang terbaik dalam segala aspek kehidupan saya termasuk dalam menjalin hubungan.

Kemudian saya membaca sebuah pernyataan yang cukup membuat mata saya terbuka. Tidak semua di dunia ini bisa menerima yang terbaik dari diri kita. Tidak semua di dunia ini tau bahwa kita sudah melakukan yang terbaik. Yang mereka tau hanyalah bahwa kita sudah berusaha.
Setiap aspek kehidupan tanpa kita sadari mempunyai persyaratan khusus atau mungkin lebih tepat dikatakan mempunyai requirements. Dan tugas kitalah untuk memenuhi requirements tersebut agar bisa diterima di kehidupan.

Untuk kalian yang mengenal saya, saya mohon maaf jika segala sesuatu yang terbaik yang sudah saya lakukan tidak cukup untuk membuat senang. Saya juga memohon maaf jika ternyata saya belom sama sekali melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Saya hanya berharap jika akan ada kesempatan lagi untuk saya melakukan hal yang sebenarnya dibutuhkan, saya akan melakukannya.


Monday, October 11, 2010

Untitled ( 5 )

Seorang teman wanita saya berkata seperti ini " Terkadang seorang cewek tuh lebih memilih untuk dibohongi daripada mengetahui sesuatu yang akhirnya hanya akan menyakitinya"

Seorang teman pria saya berkata seperti ini " Sebagai seorang cowok gw ga mau ada yang disembunyiin, gw cuma pengen dia tau semua keburukan gw dan bisa menerima gw apa adanya "

Menurut gw pribadi tidak ada yang salah dengan pernyataan itu semua. Sebenarnya itu hanya pernyataan umum yang bisa diucapkan oleh cowok maupun cewek, tetapi kebetulan dalam kasus ini sedikit banyak menggambarkan bahwa pria lebih menggunakan logikanya sedangkan wanita lebih menggunakan perasaanya.

Sebagai seorang pria, saya akui bahwa untuk benar2 mengetahui seorang wanita itu sangat amat sulit dan hampir dapat dibilang mustahil. Sebagai contoh ada seorang wanita yang berkata kepada pacarnya untuk menyimpan saja semua keburukannya, tetapi di sisi lain yang dilakukan wanita itu adalah berusaha mencari lebih dalam semua kegiatan sang pria sampai hal mendetail.

Tetapi diluar semua perbedaan gender. Jika dibilang sebagai seorang manusia biasa, manakah yang harus kita lakukan? Di satu sisi kita hanya ingin jujur dan tidak ada rahasia kepada pasangan kita, tetapi kejujuran tersebut terkadang hanya akan membuat sang pasangan bersedih dan saya yakin tidak ada yang mau hal itu terjadi.
Di sisi lain kita juga bisa menyimpan rahasia tentang keburukan diri kita dari pasangan kita dan berusaha supaya pasangan kita berpikir bahwa kita cukup baik untuknya, yang pada akhirnya hanya akan membuat kita akan berlaku seperti orang lain dan bukan sebagai diri sendiri.

Jika pertanyaan seperti itu muncul mungkin solusi yang ada di kepala kita akan seperti ini : " Ya makanya jangan buat salah donk. Ga usah macem2 lah."

Apakah mungkin seorang manusia bisa benar-benar selalu luput dari kesalahan? Apakah kita semua bisa menyamakan pandangan mengenai mana yang benar dan mana yang salah?

Tuesday, October 05, 2010

Comfort zone

Saya memang sudah pernah menulis sebuah post mengenai hal ini, dan postingan kali ini hanya sedikit tambahan dari post tersebut.

Comfort zone adalah sebuah hal yang ingin dicapai oleh semua orang, termasuk seorang petualang. Mungkin comfort zone bagi seorang petualang adalah saat dimana dia bisa melakukan sebuah petualangan. Tapi tidak semua orang mempunyai comfort zone yang sama.

Lalu sebenarnya bagaimana cara kita supaya bisa mendapatkan sebuah comfort zone? Pada postingan saya sebelumnya saya menulis bahwa kita harus bisa lepas dari comfort zone kita untuk mendapat sebuah comfort zone baru yang mungkin lebih baik. Namun saya berpikir, apa yang harus kita lakukan terhadap comfort zone lama kita? Apakah kita harus benar benar meninggalkan dan melupakan semuanya? Ataukah memang ada hal hal yang tidak bisa kita tinggalkan?

Berbeda

Kita, manusia diciptakan berbeda setiap individu bahkan bagi kembar identik.
Mungkin bukan dari segi fisik kita berbeda tetapi dari sudut pandang, pendirian, pemikiran, dan hal lain yang sifatnya berasal dari dalam diri kita sendiri. Ya, memang tidak menutup kemungkinan bahwa semua hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri dapat dipengaruhi dari hal-hal yang berasal dari luar diri kita.

Terkadang kita ingin melakukan sesuatu yang menurut orang lain itu adalah hal yang sangat bodoh dan tidak beralasan. Tetapi apakah kita harus menuruti kata mereka?Apakah mereka benar benar tau alasan dari semua hal yang kita lakukan? Apakah kita benar benar bisa memposisikan diri kita sebagai dirinya tanpa adanya pengaruh dari pandangan diri kita sendiri?

Saat kalian membaca ini jangan berasumsi bahwa saya menyarankan untuk menutup diri dari orang pendapat orang lain. Tetapi sebelum membuka diri terhadap pandangan orang lain cobalah untuk menemukan diri anda sendiri terlebih dulu.

Disini saya berbicara sebagai seorang manusai biasa yang jauh dari sempurna, sangat jauh.

Saya sedang mengalami hal tersebut saat ini, saat saya menulis blog ini. Terlalu banyak hal yang mencegah saya untuk tidak melakukan sesuatu yang akan saya lakukan.
Ya saya memang membawa sebuah ide gila yang mungkin akan menghancurkan diri saya sendiri. Dan saya yakin mereka yang mencegah saya adalah orang yang menyayangi saya dan ingin mencegah saya untuk jatuh lebih jauh.
Tapi apakah mereka benar benar memperhatikan mengenai adanya perubahan pandangan dari diri saya dalam rencana tersebut? Ataukah mereka hanya memperhatikan alasan awal yang sudah tidak lagi menjadi alasan utama saya melakukannya? Tidak ada yang tahu.

Just the way you are

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Sepenggal lirik dari lagu "Bruno Mars - Just the Way You Are"

Saya tau setiap orang pasti ingin ada yang menyanyikan ini untuknya. Ingin ada seseorang yang dapat menerima dia apa adanya. Dapat menganggap bahwa dirinya adalah yang terbaik. Tetapi apakah kita siap untuk melakukan hal yang sama kepada orang tersebut? Untuk menganggapnya tetap yang terbaik dengan segala kelebihan dan keurangan yang dimilikinya? Apakah kita sanggup untuk tidak menuntut perubahan apapun dari dirinya?

Dan bagaimana jika seseorang tersebut sudah melakukan yang terbaik dari dirinya dan juga sudah menyanyikan lagu itu tetapi masih terlihat kurang dimata kita? Kita pasti tetap bersikeras memintanya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan pandangan

Seorang teman saya berkata "selalu ada celah untuk perbaikan." Ya memang benar apa yang dikatakannya, tetapi hal itu akan cukup berlawanan dengan lagu itu.

Manakah yang akan anda pilih?