Blog ini hanya sebuah Blog yang isinya banyak bercerita mengenai kejadian-kejadian yang sering terjadi diantara kita semua sebagai seorang manusia..
Saya dan teman saya yang berperan sebagai administrator blog ini ingin mencoba mengungapkan pemikiran-pemikiran yang kami dapatkan selama kami hidup..

Kami harap semoga Blog ini cukup mewakili perasaan ataupun pemikiran kalian..

Jangan takut untuk meninggalkan komen..

Cheers..

Friday, December 31, 2010

Life moves on as the year goes by




There are a lot of things that I should write about year 2010..But well let's keep it up for a while..I'll write it down early next year...

And before it's too late..

I wish you a Happy New Year..Have a wonderful journey ahead..

Cheers,
-Our go.blog-

Monday, December 27, 2010

Simple post

Gw baru aja ngebaca ulang beberapa postingan di blog ini..Ternyata banyak sekali pelajaran yang gw dapatkan dari menulis blog ini..Beberapa hal yang sempat gw lupakan, beberapa hal yang bisa membantu gw menjalani hidup..

Postingan pertama yang paling mengena di gw adalah yang berjudul : "Maaf..setulus hati gw minta maaf.."
Gw cuma berpikir bahwa yang namanya kehilangan seorang sahabat itu ga ada enaknya..sama sekali..Sahabat lo adalah orang terbaik yang bisa ada buat lo, bisa gila bareng, bisa tau apa yang lo butuhin..Mungkin terkadang lebih baik dari seorang pacar atau keluarga..Dalam hal ini yang gw bicarakan adalah persahabatan dengan gender yang sama..Karena apabila persahabatan terjadi antara 2 gender yang berbeda, percaya deh pasti salah satu ada yang menyimpan rasa, tai ya udah ga mau gw bahas..

Kemudian gw baca2 lagi dimana saat kedua sahabat masih belom mempunyai kehidupan yang jelas...Masi sangat menikmati masa muda..Masih senang bertualang dan sebagainya..Wow what an amazing memory back there...

Dan sebenarnya gw yakin masi banyak banget hal-hal gila yang pernah dilakuin bareng-bareng tapi ga sempet dituliskan di blog ini, atau emang mungkin belom sempet gw baca aja..

Apapun itu gw bangga punya sahabat kayak lo..mari kita kejar mimpi kita masing-masing dengan cara kita masing-masing dan jalan yang berbeda, namun tetap berjalan secara paralel..

Friday, October 29, 2010

Maaf Jika Saya Harus Menulis Ini

Saya hanya seorang mahasiswa tingkat 3 yang harus melanjutkan studi di luar negri..Dan ini adalah kali pertama untuk saya.
Tentu saja sebagai manusia biasa banyak hal baru yang ditemukan, banyak hal baru yang harus disesuaikan.

Kepergian saya meninggalkan tanah air bukanlah untuk selamanya. Hanya sementara walaupun saya tidak tahu untuk berapa lama.
Saya pun tidak ada maksud untuk meninggalkan kehidupan saya di tanah air secara total, saya mempunyai banyak teman, banyak kerabat dan bahkan keluarga saya pun masi berada di sana.

Namun kemudian beberapa kerabat berkata bahwa saya berubah menjadi lebih sombong dan agak sulit untuk dihubungi. Mungkin memang benar itu yang mereka rasakan , dan saya tidak bisa menyalahkan siapapun untuk itu. Tetapi saya hanya ingin memperjelas, saya tinggal di sebuah negara yang mempunyai perbedaan waktu sekitar 5 jam dengan Jakarta, dan tentu saja membuat jam beraktivitas menjadi cukup jauh berbeda. Dan lagi saya baru saja tinggal disini untuk 2 bulan, dan masih banyak hal harus disesuaikan. Jujur saya berusaha keras untuk cepat beradaptasi dengan kehidupan baru ini sehingga saya bisa menjaga kehidupan saya di tanah air juga. Tapi ternyata untuk menyeimbangkan keduanya bukanlah hal yang mudah.

Maaf jika saya harus menulis ini, tapi saya hanya ingin berbicara jika ada sesuatu yang ingin disampaikan atau mungkin ingin sekedar bercerita silahkan hubungi saya. Mungkin (dan spertinya memang itu yang terjadi ) saya akan cukup sulit untuk memulai sebuah pembicaraan dengan kalian, tetapi saya tidak ada maksud untuk melupakan kalian, tidak untuk sedetikpun.
Dan jika saya masih boleh berkata sesuatu maka ini adalah hal yang akan saya katakan :
" Jangan pernah meragukan saya, saya akan melakukan semuanya selama saya masih diberi kesempatan, selama saya masih sanggup dan selama semuanya memungkinkan."

Sekali lagi maaf..

Monday, October 25, 2010

Just for a week

Perjalanan singkat saya ke Jakarta selama seminggu kemarin cukup menyenangkan.
Namun entah kenapa, walaupun hanya seminggu tetapi saya merasakan ada ynag berbeda ketika saya harus meninggalkan Jakarta kali ini.
Saya saat ini sedang berada di Dubai international Airport menunggu penerbangan yang akan membawa saya ke Amsterdam dan akhirnya naik kereta untuk kembali ke Tilburg.

Perjalanan 7,5 jam Jakarta Dubai hanya dihabiskan sebagian dengan merenung. saya mencoba mencaritahu apa hal yang membuat saya merasa leboh berat untuk meninggalkan Jakarta kali ini.

Saya bersyukur masih ada orang-orang yang mau meluangkan waktunya untuk bertemu saya. Dan saya juga bersyukur bahwa orang-orang tersebut adalah juga orang-orang yang saya sayangi sebagai apapun itu. Tapi bukan itu, saya tahu bukan itu jawaban dari pertanyaan saya. Ada sesuatu dibalik pertanyaan itu semua. Dan jujur saya tidak tahu apa jawabannya.

Apakah saya tidak betah untuk tinggal di Tilburg, Belanda? Jawabannya adalah : saya sangat betah, dan masih banyak hal yang masih ingin saya jelajahi dan saya ketahui. Dan lagi-lagi bukan itu jawaban atas pertanyaan saya.

Sebelumnya saya meminta maaf atas ke-abstrak-an post ini. Saya hanya menuliskan setiap kata yang keluar dri pikiran saya tanpa berusaha menyusunnya menjadi sebuah kalimat yang baik ataupun enak dibaca.

Wednesday, October 13, 2010

Untitled ( 6 )

My favourite quote of the year :
"Sometimes it is not enough to do our best; we must do what is required." - Sir Winston Churchill-

Such an inspiring quote,isn't it?

Jujur selama ini yang selalu ada di pikiran saya adalah selalu lakukan yang terbaik dan apapun hasilnya nanti yang penting kita sudah melakukan yang terbaik. Walaupun saya juga masih sering tidak melakukan yang terbaik dalam segala aspek kehidupan saya termasuk dalam menjalin hubungan.

Kemudian saya membaca sebuah pernyataan yang cukup membuat mata saya terbuka. Tidak semua di dunia ini bisa menerima yang terbaik dari diri kita. Tidak semua di dunia ini tau bahwa kita sudah melakukan yang terbaik. Yang mereka tau hanyalah bahwa kita sudah berusaha.
Setiap aspek kehidupan tanpa kita sadari mempunyai persyaratan khusus atau mungkin lebih tepat dikatakan mempunyai requirements. Dan tugas kitalah untuk memenuhi requirements tersebut agar bisa diterima di kehidupan.

Untuk kalian yang mengenal saya, saya mohon maaf jika segala sesuatu yang terbaik yang sudah saya lakukan tidak cukup untuk membuat senang. Saya juga memohon maaf jika ternyata saya belom sama sekali melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Saya hanya berharap jika akan ada kesempatan lagi untuk saya melakukan hal yang sebenarnya dibutuhkan, saya akan melakukannya.


Monday, October 11, 2010

Untitled ( 5 )

Seorang teman wanita saya berkata seperti ini " Terkadang seorang cewek tuh lebih memilih untuk dibohongi daripada mengetahui sesuatu yang akhirnya hanya akan menyakitinya"

Seorang teman pria saya berkata seperti ini " Sebagai seorang cowok gw ga mau ada yang disembunyiin, gw cuma pengen dia tau semua keburukan gw dan bisa menerima gw apa adanya "

Menurut gw pribadi tidak ada yang salah dengan pernyataan itu semua. Sebenarnya itu hanya pernyataan umum yang bisa diucapkan oleh cowok maupun cewek, tetapi kebetulan dalam kasus ini sedikit banyak menggambarkan bahwa pria lebih menggunakan logikanya sedangkan wanita lebih menggunakan perasaanya.

Sebagai seorang pria, saya akui bahwa untuk benar2 mengetahui seorang wanita itu sangat amat sulit dan hampir dapat dibilang mustahil. Sebagai contoh ada seorang wanita yang berkata kepada pacarnya untuk menyimpan saja semua keburukannya, tetapi di sisi lain yang dilakukan wanita itu adalah berusaha mencari lebih dalam semua kegiatan sang pria sampai hal mendetail.

Tetapi diluar semua perbedaan gender. Jika dibilang sebagai seorang manusia biasa, manakah yang harus kita lakukan? Di satu sisi kita hanya ingin jujur dan tidak ada rahasia kepada pasangan kita, tetapi kejujuran tersebut terkadang hanya akan membuat sang pasangan bersedih dan saya yakin tidak ada yang mau hal itu terjadi.
Di sisi lain kita juga bisa menyimpan rahasia tentang keburukan diri kita dari pasangan kita dan berusaha supaya pasangan kita berpikir bahwa kita cukup baik untuknya, yang pada akhirnya hanya akan membuat kita akan berlaku seperti orang lain dan bukan sebagai diri sendiri.

Jika pertanyaan seperti itu muncul mungkin solusi yang ada di kepala kita akan seperti ini : " Ya makanya jangan buat salah donk. Ga usah macem2 lah."

Apakah mungkin seorang manusia bisa benar-benar selalu luput dari kesalahan? Apakah kita semua bisa menyamakan pandangan mengenai mana yang benar dan mana yang salah?

Tuesday, October 05, 2010

Comfort zone

Saya memang sudah pernah menulis sebuah post mengenai hal ini, dan postingan kali ini hanya sedikit tambahan dari post tersebut.

Comfort zone adalah sebuah hal yang ingin dicapai oleh semua orang, termasuk seorang petualang. Mungkin comfort zone bagi seorang petualang adalah saat dimana dia bisa melakukan sebuah petualangan. Tapi tidak semua orang mempunyai comfort zone yang sama.

Lalu sebenarnya bagaimana cara kita supaya bisa mendapatkan sebuah comfort zone? Pada postingan saya sebelumnya saya menulis bahwa kita harus bisa lepas dari comfort zone kita untuk mendapat sebuah comfort zone baru yang mungkin lebih baik. Namun saya berpikir, apa yang harus kita lakukan terhadap comfort zone lama kita? Apakah kita harus benar benar meninggalkan dan melupakan semuanya? Ataukah memang ada hal hal yang tidak bisa kita tinggalkan?

Berbeda

Kita, manusia diciptakan berbeda setiap individu bahkan bagi kembar identik.
Mungkin bukan dari segi fisik kita berbeda tetapi dari sudut pandang, pendirian, pemikiran, dan hal lain yang sifatnya berasal dari dalam diri kita sendiri. Ya, memang tidak menutup kemungkinan bahwa semua hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri dapat dipengaruhi dari hal-hal yang berasal dari luar diri kita.

Terkadang kita ingin melakukan sesuatu yang menurut orang lain itu adalah hal yang sangat bodoh dan tidak beralasan. Tetapi apakah kita harus menuruti kata mereka?Apakah mereka benar benar tau alasan dari semua hal yang kita lakukan? Apakah kita benar benar bisa memposisikan diri kita sebagai dirinya tanpa adanya pengaruh dari pandangan diri kita sendiri?

Saat kalian membaca ini jangan berasumsi bahwa saya menyarankan untuk menutup diri dari orang pendapat orang lain. Tetapi sebelum membuka diri terhadap pandangan orang lain cobalah untuk menemukan diri anda sendiri terlebih dulu.

Disini saya berbicara sebagai seorang manusai biasa yang jauh dari sempurna, sangat jauh.

Saya sedang mengalami hal tersebut saat ini, saat saya menulis blog ini. Terlalu banyak hal yang mencegah saya untuk tidak melakukan sesuatu yang akan saya lakukan.
Ya saya memang membawa sebuah ide gila yang mungkin akan menghancurkan diri saya sendiri. Dan saya yakin mereka yang mencegah saya adalah orang yang menyayangi saya dan ingin mencegah saya untuk jatuh lebih jauh.
Tapi apakah mereka benar benar memperhatikan mengenai adanya perubahan pandangan dari diri saya dalam rencana tersebut? Ataukah mereka hanya memperhatikan alasan awal yang sudah tidak lagi menjadi alasan utama saya melakukannya? Tidak ada yang tahu.

Just the way you are

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Sepenggal lirik dari lagu "Bruno Mars - Just the Way You Are"

Saya tau setiap orang pasti ingin ada yang menyanyikan ini untuknya. Ingin ada seseorang yang dapat menerima dia apa adanya. Dapat menganggap bahwa dirinya adalah yang terbaik. Tetapi apakah kita siap untuk melakukan hal yang sama kepada orang tersebut? Untuk menganggapnya tetap yang terbaik dengan segala kelebihan dan keurangan yang dimilikinya? Apakah kita sanggup untuk tidak menuntut perubahan apapun dari dirinya?

Dan bagaimana jika seseorang tersebut sudah melakukan yang terbaik dari dirinya dan juga sudah menyanyikan lagu itu tetapi masih terlihat kurang dimata kita? Kita pasti tetap bersikeras memintanya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan pandangan

Seorang teman saya berkata "selalu ada celah untuk perbaikan." Ya memang benar apa yang dikatakannya, tetapi hal itu akan cukup berlawanan dengan lagu itu.

Manakah yang akan anda pilih?

Thursday, July 29, 2010

Bersabarlah Kawan

Ketika akal sehat tidak lagi berfungsi
Ketika jarak tidak lagi berarti

Bersabarlah Kawan


Ketika harus pergi tanpa harga diri
Ketika kehadiran diri hanya untuk diadili
Ketika niat baik dianggap pikiran picik

Bersabarlah Kawan

Ketika rasa senang diucapkan dengan wajah garang
Ketika ucapan terimakasih diucapkan hanya sambil berjalan
Dan tak ada wajah yang dipalingkan


Bersabarlah Kawan


Saya tujukan ini untuk seorang sahabat diluar sana..
Bersabarlah Kawan..

Wednesday, June 02, 2010

Life begins at the end of your comfort zone

Banyak orang yang dalam menjalani hidup ini selalu mencari kenyamanan..in other words Comfort zone..

Pertanyaannya apakah comfort zone tersebut adalah titik terbaik dalam kehidupan seseorang? Ya mungkin saat kita mencapai comfort zone, kita telah memenuhi nyaris semua keinginan kita..Kenapa nyaris semua? Karena kita hanyalah manusia yang ga bakal pernah puas akan apapun..

Saya disini bebrbicara sebagai seorang manusia biasa..Saya tidak ada maksud untuk menggurui, saya hanya ingin berbagi pikiran..

Kegagalan adalah salah satu musuh seseorang dalam mencapai comfort zone tersebut..Karena secara logika saat seseorang merasakan comfort zone dia akan menjalani semua dengan senang..
Tapi bagaimana kalau suatu saat anda merasakan kegagalan yang luar biasa? Kegagalan yang mebuat anda terlempar dari comfort zone tersebut?

Seperti judul postingan saya..Disitulah titik dimana kita akan merasakan kehidupan yang sebenarnya..tidak akan pernah ad kesempurnaan dalam hidup dimana kita bisa merasakan senang terus menerus.. dan tidak ada salahnya kita mencoba menjalani kehidupan baru dari kegagalan tersebut.. Dan pasti lagi - lagi kita akan mencari comfort zone yang lain dengan keadaan yang berbeda...dan lagi - lagi tidak ad yang salah dengan itu..

Yang harus kita lakuakan bukanlah menyesuaikan keadaan tersebut untuk bisa cocok dengan comfort zone kita sebelumnya...Yang harus kita lakukan adalah merubah cara pandang dan berpikir kita..Masih banyak hal yang bisa kita capai, yang bisa kita kejar diluar sana...

GO FOR IT..WORK FOR IT...GIVE YOUR BEST SHOT...GO FOR YOUR BETTER AND BIGGER MEANING OF LIFE...

Sunday, May 30, 2010

mari ngomongin orang

mmmmmmm...
jadi cerita di blog ini banyakan ngomongin orang kan yak. oke, mari kita ngomongin orang.

Jadi siapa yang kita omongin? kita ngomongin temennya pacar gw yang berkelamin cewe, dan pacar barunya. yang dimaksud berkelamin cewe ini adalah cewe gw dan temen cewe gw, jadi sekalian -_-"

kenapa kita omongin? ya kita omongin aja, mang ngapa.
jadi gini duduk permasalahannya. temen cewe gw ini, sebut saja juanita, dan pacarnya, sebut saja veri, baru jadian.
juanita cukup akrab sama cewe gw, dan beberapa temen peer grupnya. diantara satu peer grup itu, si juanita ini paling akrab sama cowo yang (quite frankly) agak melambai, which is menurut gw normal2 aja karena he wants to be a fashion stylist, bernama sebut saja hatta.
lalu siapa veri? Veri adalah idola di dunia olahraga kampus dimana hatta dan juanita juga berkuliah, dimana gw dan pacar juga berkuliah (halah). Tampan, berbodi bagus, kemampuan tinggi.

Lalu dimana masalahnya? Si veri ini mengekang persahabatan hatta dan juanita. Kenapa begitu? Karena tampaknya si juanita ini mengekang persahabatan si veri dengan satu oknum cewe yang mesra keterlaluan sama si veri, dan tampaknya si oknum cewe ini mendam rasa yang besar ke si veri.

kenapa itu bermasalah? menurut gw ini udah bermasalah, karena si veri menuntut sesuatu yang melebihi kapasitas tuntutan si juanita ke si veri. hah? gimana? ya gitu. Si Juanita di suruh melepaskan salah satu sahabat terbaiknya, sedangkan si Veri dituntut OLEH PACARNYA SENDIRI untuk melepaskan salah satu fansnya, yang aku kamuan btw tolong dicatat sama si veri, atas dasar cemburu. gimana menurut anda? Adil? Menurut saya tidak. bodoh bahkan.

lalu masalah berikutnya apa?


to be continued

Tuesday, April 27, 2010

Cinta Cinta Cinta

Adalah sesuatu yang tidak pernah melelahkan untuk berbicara mengenai cinta..

Kenapa?

Kenapa mesti tanya kenapa?
Terlalu terbiasa kita membuat suatu alasan yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Terlalu banyak mencari penyebab dari akibat, mencari pembenaran dari kesalahan. Tidak bisakah kita menerima sesuatu yang memang sudah seperti itu adanya, dan memang seharusnya seperti itu?
Ya sudahlah..

Kenapa? Berjuta alasan.

Cinta itu adalah satu-satunya hal yang pada saat lo jatuh semakin dalam kepadanya, bagaimanapun lama dan menyiksanya, pada suatu titik lo bakal tersenyum, tertawa, dan bahagia.

Cinta adalah tempat dimana seorang pria berusaha menjadi sedikit lebih feminim, dan dimana seorang wanita menjadi semakin feminim. (buat gw, bagaimana juga cowo harus lebih banyak ngalah, karena pada hakekatnya cewe lebih banyak ngasih)

Cinta adalah kondisi dimana seorang pria mengatakan: "No, thanks. I'm married", dan si wanita mengatakan: "Yes, I do."

Cinta tidak pernah mengatakan: "Cuek ajalah, paling dia cuma cemburu trus marah. Entar juga baikan."

Cinta itu....

Yah gitu lah.. Semua orang punya definisi masing-masing..

Gue ngantuk...

Oh iya, gw pengen sharing.. Kalo ada yang bilang bahwa terkadang laki-laki memperlakukan beberapa barang tertentu layaknya wanita, itu goblok..
Gw gak pernah manjain barang, gw pake bagaimana barang itu dipake seharusnya, gak pake terlalu hati-hati, atau pake dilap-lap. Hah.
Barang kok dimanja. Manjain anjing aja gw ogah. Yang dimanja itu manusia. Masa iya manusia disamain sama barang.

Ah udahlah

Tuesday, January 05, 2010

Waktu Nggak Menjamin

Baru2 ini, salah satu pasangan yang dua-duanya adalah temen gw yang udah lama sekitar 3-4 tahun berhubungan, putus. Semua temen-temen deket dari mereka terkejut. Tapi gw gak. Kenapa? Gw cukup deket sama yang cowo, dan kebetulan dia curhat masalah cewenya ini ke gw. Kenapa mereka putus? Panjang bos. Gw aja yang cerewet bawel dan ngomong mulu ini aja sampe males nyeritainnya. Intinya si cowo merasa si cewe masih aja berasumsi yang tidak-tidak padahal mereka sudah 4 tahun (pada titik ini gw setuju, regardless gw temen cowonya ato bukan, karena agak konyol sih si cewenya, wajar aja temen gw ini lama-lama kesel) dan si cewe merasa tersakiti. Ya sudahlah.

Hal ini tiba-tiba membuat gw berfikir bahwa waktu itu gak menjamin. Gimana? Ya begitu.

Misalnya, ada yang bilang bahwa kedewasaan seseorang bukan diukur dari umur. Ada aja anak kecil yang udah nanggung beban penderitaan hidup setara dengan orang dewasa. Ada aja remaja tanggung yang merumuskan teori yang tidak pernah terfikir oleh Profesor doctor MBA SSc SH MH BH. Ada saja bapak-bapak yang kayak anak kecil minta dibeliin Smartphone BeriHitam sama istrinya yang banting tulang buah menghidupi dirinya yang pengangguran. Waktu yang membentuk kita gak menjamin kita bakal terbentuk.

Pasangan-pasangan sekalipun. Ada yang nikah udah hampir 20 tahun, punya 2 anak, brantem gara-gara jarang berkomunikasi dan minta cerai istrinya. Ini pengalaman pribadi. Yang membuat gw bertanya-tanya adalah, kmana dulu cinta yang berapi-api itu, yang membuat kalian mengucap sumpah setia sampai mati, yang membuat kalian punya 2 anak, yang membuat kalian bertahan selam 20 tahun? Terkikis oleh masa kah? Atau emosi sesaat kah? Atau memang karena ego kalian masing-masing yang ternyata masih seperti anak kecil yang kalo minta permen harus dikasih kalo gak nangis sampai merengek-rengek dan banting-banting.

Katanya yang bisa menyembuhkan hati yang patah hanyalah waktu. Yup, ini memang benar. Tapi dengan post ini gw berikan suatu fakta yang baru.
Gak selamanya waktu memberikan apa yang kita perlukan. Gak selamya waktu membuat kita tambah dewasa. Gak selamanya waktu bisa membuat sesuatu itu semakin tua dan lemah. Gak selamanya waktu membuat sesuatu semakin kokoh. Gak selamanya cinta itu saling memiliki. *apa seeeehhhhhh

Gimana cara ngatasinnya? Sejujurnya gw gak tau. Beneran. Tapi gw punya prinsip, yang gw pikirkan adalah saat ini saja. Jadikan hari esok sebuah harapan, jadikan kemaren menjadi cerita. Tapi saat ini, detik ini, hari ini, berikanlah yang terbaik yang lo bisa, dimana pun. Ini prinsip gw untuk melangkah di. Dengan ini, gw percaya gw gak bakal menyesal, meskipun kadang bakal kecewa. Dengan ini gw menjalani setiap hari dengan tantangan tersendiri, dan dengan sendirinya waktu akan mengubah gw menjadi orang yang lebih baik lagi (amin...). Tentu saja ini teorinya. Prakteknya lo coba sendiri aja dah, gw juga masih nyoba.

Gak selamanya waktu bisa membantu kita. Kembali lagi itu adalah pilihan. Apakah kita mau memecahkan permasalahan yang kita hadapi, dan KAPAN kita mau melakukannya.
Waktu akan menjawab, tapi jawabannya belum tentu menyenangkan. Apa yang lo punya, hargai dan sebisa mungkin pertahankan, karena waktu mungkin akan mengambilnya.