Wednesday, October 13, 2010
Untitled ( 6 )
Monday, October 11, 2010
Untitled ( 5 )
Tuesday, October 05, 2010
Comfort zone
Berbeda
Just the way you are
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are
Sepenggal lirik dari lagu "Bruno Mars - Just the Way You Are"
Saya tau setiap orang pasti ingin ada yang menyanyikan ini untuknya. Ingin ada seseorang yang dapat menerima dia apa adanya. Dapat menganggap bahwa dirinya adalah yang terbaik. Tetapi apakah kita siap untuk melakukan hal yang sama kepada orang tersebut? Untuk menganggapnya tetap yang terbaik dengan segala kelebihan dan keurangan yang dimilikinya? Apakah kita sanggup untuk tidak menuntut perubahan apapun dari dirinya?
Dan bagaimana jika seseorang tersebut sudah melakukan yang terbaik dari dirinya dan juga sudah menyanyikan lagu itu tetapi masih terlihat kurang dimata kita? Kita pasti tetap bersikeras memintanya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan pandangan
Seorang teman saya berkata "selalu ada celah untuk perbaikan." Ya memang benar apa yang dikatakannya, tetapi hal itu akan cukup berlawanan dengan lagu itu.
Manakah yang akan anda pilih?
Thursday, July 29, 2010
Bersabarlah Kawan
Ketika jarak tidak lagi berarti
Bersabarlah Kawan
Ketika harus pergi tanpa harga diri
Ketika kehadiran diri hanya untuk diadili
Ketika niat baik dianggap pikiran picik
Bersabarlah Kawan
Ketika rasa senang diucapkan dengan wajah garang
Ketika ucapan terimakasih diucapkan hanya sambil berjalan
Dan tak ada wajah yang dipalingkan
Bersabarlah Kawan
Saya tujukan ini untuk seorang sahabat diluar sana..
Bersabarlah Kawan..
Wednesday, June 02, 2010
Life begins at the end of your comfort zone
Pertanyaannya apakah comfort zone tersebut adalah titik terbaik dalam kehidupan seseorang? Ya mungkin saat kita mencapai comfort zone, kita telah memenuhi nyaris semua keinginan kita..Kenapa nyaris semua? Karena kita hanyalah manusia yang ga bakal pernah puas akan apapun..
Saya disini bebrbicara sebagai seorang manusia biasa..Saya tidak ada maksud untuk menggurui, saya hanya ingin berbagi pikiran..
Kegagalan adalah salah satu musuh seseorang dalam mencapai comfort zone tersebut..Karena secara logika saat seseorang merasakan comfort zone dia akan menjalani semua dengan senang..
Tapi bagaimana kalau suatu saat anda merasakan kegagalan yang luar biasa? Kegagalan yang mebuat anda terlempar dari comfort zone tersebut?
Seperti judul postingan saya..Disitulah titik dimana kita akan merasakan kehidupan yang sebenarnya..tidak akan pernah ad kesempurnaan dalam hidup dimana kita bisa merasakan senang terus menerus.. dan tidak ada salahnya kita mencoba menjalani kehidupan baru dari kegagalan tersebut.. Dan pasti lagi - lagi kita akan mencari comfort zone yang lain dengan keadaan yang berbeda...dan lagi - lagi tidak ad yang salah dengan itu..
Yang harus kita lakuakan bukanlah menyesuaikan keadaan tersebut untuk bisa cocok dengan comfort zone kita sebelumnya...Yang harus kita lakukan adalah merubah cara pandang dan berpikir kita..Masih banyak hal yang bisa kita capai, yang bisa kita kejar diluar sana...
GO FOR IT..WORK FOR IT...GIVE YOUR BEST SHOT...GO FOR YOUR BETTER AND BIGGER MEANING OF LIFE...
Sunday, May 30, 2010
mari ngomongin orang
jadi cerita di blog ini banyakan ngomongin orang kan yak. oke, mari kita ngomongin orang.
Jadi siapa yang kita omongin? kita ngomongin temennya pacar gw yang berkelamin cewe, dan pacar barunya. yang dimaksud berkelamin cewe ini adalah cewe gw dan temen cewe gw, jadi sekalian -_-"
kenapa kita omongin? ya kita omongin aja, mang ngapa.
jadi gini duduk permasalahannya. temen cewe gw ini, sebut saja juanita, dan pacarnya, sebut saja veri, baru jadian.
juanita cukup akrab sama cewe gw, dan beberapa temen peer grupnya. diantara satu peer grup itu, si juanita ini paling akrab sama cowo yang (quite frankly) agak melambai, which is menurut gw normal2 aja karena he wants to be a fashion stylist, bernama sebut saja hatta.
lalu siapa veri? Veri adalah idola di dunia olahraga kampus dimana hatta dan juanita juga berkuliah, dimana gw dan pacar juga berkuliah (halah). Tampan, berbodi bagus, kemampuan tinggi.
Lalu dimana masalahnya? Si veri ini mengekang persahabatan hatta dan juanita. Kenapa begitu? Karena tampaknya si juanita ini mengekang persahabatan si veri dengan satu oknum cewe yang mesra keterlaluan sama si veri, dan tampaknya si oknum cewe ini mendam rasa yang besar ke si veri.
kenapa itu bermasalah? menurut gw ini udah bermasalah, karena si veri menuntut sesuatu yang melebihi kapasitas tuntutan si juanita ke si veri. hah? gimana? ya gitu. Si Juanita di suruh melepaskan salah satu sahabat terbaiknya, sedangkan si Veri dituntut OLEH PACARNYA SENDIRI untuk melepaskan salah satu fansnya, yang aku kamuan btw tolong dicatat sama si veri, atas dasar cemburu. gimana menurut anda? Adil? Menurut saya tidak. bodoh bahkan.
lalu masalah berikutnya apa?
to be continued
Tuesday, April 27, 2010
Cinta Cinta Cinta
Kenapa?
Kenapa mesti tanya kenapa?
Terlalu terbiasa kita membuat suatu alasan yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Terlalu banyak mencari penyebab dari akibat, mencari pembenaran dari kesalahan. Tidak bisakah kita menerima sesuatu yang memang sudah seperti itu adanya, dan memang seharusnya seperti itu?
Ya sudahlah..
Kenapa? Berjuta alasan.
Cinta itu adalah satu-satunya hal yang pada saat lo jatuh semakin dalam kepadanya, bagaimanapun lama dan menyiksanya, pada suatu titik lo bakal tersenyum, tertawa, dan bahagia.
Cinta adalah tempat dimana seorang pria berusaha menjadi sedikit lebih feminim, dan dimana seorang wanita menjadi semakin feminim. (buat gw, bagaimana juga cowo harus lebih banyak ngalah, karena pada hakekatnya cewe lebih banyak ngasih)
Cinta adalah kondisi dimana seorang pria mengatakan: "No, thanks. I'm married", dan si wanita mengatakan: "Yes, I do."
Cinta tidak pernah mengatakan: "Cuek ajalah, paling dia cuma cemburu trus marah. Entar juga baikan."
Cinta itu....
Yah gitu lah.. Semua orang punya definisi masing-masing..
Gue ngantuk...
Oh iya, gw pengen sharing.. Kalo ada yang bilang bahwa terkadang laki-laki memperlakukan beberapa barang tertentu layaknya wanita, itu goblok..
Gw gak pernah manjain barang, gw pake bagaimana barang itu dipake seharusnya, gak pake terlalu hati-hati, atau pake dilap-lap. Hah.
Barang kok dimanja. Manjain anjing aja gw ogah. Yang dimanja itu manusia. Masa iya manusia disamain sama barang.
Ah udahlah
Tuesday, January 05, 2010
Waktu Nggak Menjamin
Hal ini tiba-tiba membuat gw berfikir bahwa waktu itu gak menjamin. Gimana? Ya begitu.
Misalnya, ada yang bilang bahwa kedewasaan seseorang bukan diukur dari umur. Ada aja anak kecil yang udah nanggung beban penderitaan hidup setara dengan orang dewasa. Ada aja remaja tanggung yang merumuskan teori yang tidak pernah terfikir oleh Profesor doctor MBA SSc SH MH BH. Ada saja bapak-bapak yang kayak anak kecil minta dibeliin Smartphone BeriHitam sama istrinya yang banting tulang buah menghidupi dirinya yang pengangguran. Waktu yang membentuk kita gak menjamin kita bakal terbentuk.
Pasangan-pasangan sekalipun. Ada yang nikah udah hampir 20 tahun, punya 2 anak, brantem gara-gara jarang berkomunikasi dan minta cerai istrinya. Ini pengalaman pribadi. Yang membuat gw bertanya-tanya adalah, kmana dulu cinta yang berapi-api itu, yang membuat kalian mengucap sumpah setia sampai mati, yang membuat kalian punya 2 anak, yang membuat kalian bertahan selam 20 tahun? Terkikis oleh masa kah? Atau emosi sesaat kah? Atau memang karena ego kalian masing-masing yang ternyata masih seperti anak kecil yang kalo minta permen harus dikasih kalo gak nangis sampai merengek-rengek dan banting-banting.
Katanya yang bisa menyembuhkan hati yang patah hanyalah waktu. Yup, ini memang benar. Tapi dengan post ini gw berikan suatu fakta yang baru.
Gak selamanya waktu memberikan apa yang kita perlukan. Gak selamya waktu membuat kita tambah dewasa. Gak selamanya waktu bisa membuat sesuatu itu semakin tua dan lemah. Gak selamanya waktu membuat sesuatu semakin kokoh. Gak selamanya cinta itu saling memiliki. *apa seeeehhhhhh
Gimana cara ngatasinnya? Sejujurnya gw gak tau. Beneran. Tapi gw punya prinsip, yang gw pikirkan adalah saat ini saja. Jadikan hari esok sebuah harapan, jadikan kemaren menjadi cerita. Tapi saat ini, detik ini, hari ini, berikanlah yang terbaik yang lo bisa, dimana pun. Ini prinsip gw untuk melangkah di. Dengan ini, gw percaya gw gak bakal menyesal, meskipun kadang bakal kecewa. Dengan ini gw menjalani setiap hari dengan tantangan tersendiri, dan dengan sendirinya waktu akan mengubah gw menjadi orang yang lebih baik lagi (amin...). Tentu saja ini teorinya. Prakteknya lo coba sendiri aja dah, gw juga masih nyoba.
Gak selamanya waktu bisa membantu kita. Kembali lagi itu adalah pilihan. Apakah kita mau memecahkan permasalahan yang kita hadapi, dan KAPAN kita mau melakukannya.
Waktu akan menjawab, tapi jawabannya belum tentu menyenangkan. Apa yang lo punya, hargai dan sebisa mungkin pertahankan, karena waktu mungkin akan mengambilnya.