Nah setelah gw mendapatkan semua jawaban itu, sebenarnya masih ada rasa penasaran yang tersisa. Seperti yang gw billang, si ‘ANU’ itu terlalu luar biasa untuk tidak di”jatuh cinta”i.
Pucuk dicinta, ulam tiba; si ‘ANU’ curhat; doi ditinggal gt ma cowonya, atau sejenisnyalah, gw jg malay ngjelasinnya. Sampai nangis malah doi. Jujur, gw gak begitu suka cw nangisin cowo, apalagi kalo kisahnya se-absurd mereka. Trus, dari pengalaman gw yang amat banyak dalam curhat-mencurhati, gw menggunakan teknik “menyadarkan” korban. Caranya, sadarkan korban bahwa dia terlalu baik untuk si cowo, dan faktanya memang demikian. Untuk melakukan ini, gw mengambil cara ekstrim, yaitu gw mengakui apa yang terjadi akhir2 ini, bahwa gw amat sangat ingin serta berusaha untuk jatuh cinta sama dy karena ke”luar biasa”annya itu.
Sampailah gw pada pertanyaan yang masih membuat gw penasaran; mengapa. Eh, ternyata si ‘ANU’ngasih gw jawaban simple yang, buat gw, amat sangat menjawab. Dan membuat hati gw tenang.
Si ‘ANU’ bilang :
“Lo memang selalu jatuh cinta pada wanita yang luar biasa, tapi tidak setiap wanita luar biasa lo cintai kan?”
Yah, benar-benar benar. Simple aja, gw gak jatuh cinta. Normal kan? Mengapa gw gak jatuh cinta? Yah gak jatuh cinta aja. Sangat simple tapi amat sangat menjawab. Memang benar2 luar biasa si ‘ANU’ ini. Nice.
Jawaban dari dia inilah yang entah kenpa membuat hati gw tenang, dan ngebuat gw bisa mendengarkan hati gw lagi.
Dan sepertinya, gw memang masih sayang sama mantan gw.
No comments:
Post a Comment