Blog ini hanya sebuah Blog yang isinya banyak bercerita mengenai kejadian-kejadian yang sering terjadi diantara kita semua sebagai seorang manusia..
Saya dan teman saya yang berperan sebagai administrator blog ini ingin mencoba mengungapkan pemikiran-pemikiran yang kami dapatkan selama kami hidup..

Kami harap semoga Blog ini cukup mewakili perasaan ataupun pemikiran kalian..

Jangan takut untuk meninggalkan komen..

Cheers..

Friday, January 03, 2014

Resolute Reflection

When New Year came, i saw many social media post saying “It’s a new 365-paged book, write a good one.” or something like that. I don’t know from whom that quote was, some said that it was Pevita Pearce’s. Even my crush gave me that text. Probably by broadcasted that text. But i really hope that she texted me individually. But no no, we’re not gonna talk about that right now. 

Apa yang bakal gw omongin kali ini? Hmm, sedikit banyak mungkin yang bakal gw omongin adalah sama seperti yang orang-orang lain omongin: dikotomi antara masa yang sudah terlewat dengan harapan akan masa yang akan datang.

2013 was my best year. Well, not necessarily i was being the best, but it was full of joy riding that roller coaster. First, on January, Four Of Us was started. After being bullied by so much fake friendship and adornment, me and my friends finally making our own trial to shoot for our own. 4 individual musician making the better of our own self, and being a part as a group nonetheless. It was a good year with it’s ups and downs, but we enjoy every second of it. Buat gw pribadi, mudah-mudahan ke depannya, Four Of Us, baik secara individual dan sebagai sebuah grip, tetap mempunyai kenikmatan dan kesenangan untuk tampil bersama, berkembang bersama, berkembang masing-masing, dan tetap mencintai music dan menampilkannya dengan ketulusan. 

Bagaian berikutnya mungkin yang akan paling panjang. I broke up until almost 4 years of intimate relationship. Yup. It was my fault, i followed my ego and it was backfired on me. I knew. I know. But the thing was, i loved her so much, for the first two weeks, everyday i asked her what would it takes to get her back. But it gone down as this: for having the chance to try to get her back, i was not given; not allowed. And that, not given the chance even only to try, became a terrible trauma for me having a go to my crush; to date. Tapi yasudahlah, itu haknya si crush mau menganggap gw apa. Hal ini terjadi di sekitaran April, justru ketika skrripsi + ujian2 + ujian2 perbaikan untuk kesempatan terakhir gw bust lulus sedang berlangsung. Saat-saat itu emang legendaris. Gw yang gak punya semangat, memaksa diri gw sendiri untuk terus ngejar-ngejar kelulusan. Sidang yang terjadi 2 hari setelah batas terakhir sidang fakultas, ditolak, diberikan 4 hari untuk mengubah paradigma penuliasan, sidang lagi satu hari sebelum batas terakhir pemberesan nilai satu Univeritas, dan berhasil melaluinya. I was the last man from my batch having my thesis defended. Oh boy, what a legendary story. 
Berhasil melalui itu semua memberikan gw sedikit banyak keprcayaan diri bahwa “putus” adalah sebuah fase yang mau gak mau harus gw terima. Apalagi dengan adanya banyak wanita-wanita luar biasa yang berhasil menginsparasi gw untuk itu, accepting the fact that she was gone, forever. Wanita2 ini gw hatgai dengan amat sangat, kagumi secara maksimal, sehingga ‘move on’ adalah hal yang menyenanglan, atau setidak2nya i was making fun of it. Dorongan semangat dari teman-teman dengan cara mereka sendiri, dorongan inspirasi dari wanita-wanita tersebut, serta keinginan dan self esteem yang sudah sedikit meningkat membuat gw berani untuk mencoba mengikuti scholarship challenge yang dibuka oleh salah satu sekolah audio ternama yang menag gw pengen masuki.

After having the approval of my graduation, for keeping my mind busy, gw langsung mencoba mengikuti scholarship challenge tersebut dengan memproduksi rekaman gw sendiri, gw terpilih di 6 besar dan mendapatkan beasiswa sebagian. Setalah hitung-menghitung dan memberikan proposal kepada orang tua, mereka menyetujuinya. Dan September 2013, gw menjadi mahasiswa lagi, di kumpulan seniman berotak sedikit lebih absurp dibanding orang-orang di perkuliahan gw sebelumnya ;) Gw merasa diterima, sebagai gw apa adanya, disana. Meskipun gw belum menjadi murid yang gw pengen gw menjadi, gw masih tetap terus menikmati setiap jejak usaha yang gw lalui disana. Very fvcking fun and awesome.

Well, what about love? Kejadiannya terjadi ketika bulan Agustus, bokap pensiun. Pada dari kependetaanya di HKBP. Ada satu wanita cantik yang dari dulu (bahkan ketika gw pacaran dan gw segereja sama si pacar ketika itu) selalu gw anggep emang cantik. Just that, cantik. Tapi ketika itu, gw melihat dia berpakaian hitam dan pikiran gw mulai kurang kerjaan mengingat kejadian2 dulu. Adegan yang tiba2 ada adalah ketika gw dan si wanita ini bernanyi melayani bersama. Dia memakai baju yang sama. Tapi tidak berhenti disitu, pikiran gw melanglang memori lagi, yaitu pada latihan untuk pelayanan tersebut. Yang gw ingat cuma satu adegan dimana si wanita menyanyi sambil berjoget (gw bahkan tau lagunya apa, sorry gak bakal gw sebut :p) and i was simply mesmerize. I can’t deny it, even then. Gw maasih inget dia pakai baju apa, jeans biru, sendal teplek, semacam cardigan, rambut nya bagaimana, and the way she danced. I literally had to look away to keep my self from being mesmerize even more. I didn’t know why i feel that, i just did. And that scenes having being played and replayed on my brain ever since, every time i saw her updates on any social media, on texting services, or even when i saw her in person. And seeing her in person is starting to be suicidal for me. I can’t be myself. I threw every jokes i know wrongly, i don’t know what to say, i don’t know what to do; oh man it is awesome. Why? Because i’m really thankful for feeling this, having this, through-ing this. I couldn’t have imagine i could feel like this again, head over heals wanting someone. Wanting. I like and adore lots, but i just want her and her alone to date. And because of this feeling, i’m being myself for like every other girls out there, and it give me confidence to ask a girl out on a casual date, without any pretense and expectation, just casually being me and my date being her. If it goes to something else, why wouldn’t i take a chance, right?
Why don’t i take a shoot for the girl that i really like? Well, from the due diligence that i had done, she wouldn’t want to. Her best friend said that, her texts imply that, her social media updates too. And by logic, she is way above my league, she is taller than me like 10cm, and there are so many guys way better than me trying to get her. And she was my ex’s friend. And they kind of a related if i’m not mistaken. I even introduced to her by my ex, back then. So it’s kinda logical she wouldn’t want me. Not that i didn’t have a go, i did do something; but her reaction on that verified my assumption. And once again, her best friend verified that too. Well, that’s that. Still hoping for the best tho, but i already planning for overcoming the worst. Well, actually there’s no worse -,-

Now, I’m back to my parents house. Mulai hidup baru disini setelah hampir 8 tahun ngekost, 6 tahun hidup sendiri, sekarang mesti tunduk lagi sama jam rumah. Sekarang cukup pede buat ngajakin cewek having a casual date tanpa wacana dan ekspektasi apapun. Kalau pun ada, ya biarlah biarlah menjadi biarlah. Having a good rig of recording equipment, performing equipment, and planing to invest some more on that. Punya kamar yang lagi ditambahin buat urusan itu. Punya banyak teman baru di tempat baru. Masih punya teman-teman lama yang masih awesome selalu. Wow. 2013 adalah tahun yang benar-benar membuat gw menemukan diri gw sendiri berulang2. Menemukan siapa sebenarnya Yonathan Luther Manullang a.k.a. Boyot itu. 

2014 harapan gw buat gw cuma 1: gw pengen direndahkan hatinya oleh Tuhan bahwa gw belum menjadi apa-apa; bahwa bakat gw belum gw eksploitasi secara maksimal, bahwa keahlian dan pengetahuan gw cuma sekedar, bahwa keseksian gw belum sekelas Justin Timberlake, bahwa masih banyak passion kecil2 gw yang amat sanagt berguna bila gw mau mewujudkan, bahwa perwujudan mimpi adalah seumur hidup, bahwa gw hidup bukan untuk diri sendiri tapi juga keluarga terutama bonyok friends colleagues and all the peoples around me; sehingga keinginan belajar gw tetap tinggi di segala aspek kehidupan. Dan semua itu dilalui dengan dua senjata yang selalu diajarkan Tuhan untuk gw pakai: Cinta (kasih) dan ketulusan.

Sehingga, ketika gw sudah merasa pantas, gw bisa berani bilang: “May i take you on a date?”


:p

Friday, May 17, 2013

To you, whom hold my heart.


If you read this, thank you.
Let me stop you right there,
you are right, it’s probably better to believe then to see. 
I’m sorry i lie, i’m sorry i cheated, i’m sorry for all the clingy things that i twit. Believe what you wanna believe in, that’s make you strong to go each days. Your days that i made grey.
Losing you giving me inspiration to write. I hope you understand that.
Never my intention to make you look bad, it was all my mistake that had made you sad.
I cried when you talk about him. Defend him. Not that it wasn’t normal, it was very logical. You want to be happy. If God gave you another after the old one gone crazy, why hazzy? 
I made you happy, but at times made you sad too. Find the one that’ll make you happy; like Marshall to Lily. Happy, all the time.
But the thing is, losing you is a fact that i couldn’t accept yet; yet God already gave you another place to move on to.
Am i that bad? 
I’m a complicated mess. I realize that now even more.
I’m gonna take my remaining prayer to ask for your refreshment from all the things that i’d done that make me lose you. I hope He’ll listen.
I’m sorry. Be happy.
I love you.
Yours still,
Byt.

Tuesday, November 06, 2012

Dreams


Some of us chasing our dreams to death. 
Some of us just go with the flow. 
Some of us lucky enough getting what they get, regardless they deserve them or not.
But sometimes, people can be so strangled to their dreams; they just keep on dreaming, enjoying dreaming, and just dreaming, without doing anything about it.

Some people love dreaming so much, they start to do something about it; trying to manipulate it so that dreams can be controlled. It makes sense, because in dreams, you can be anything you want; just like in real life, but with less effort. 
They like it so much, being awake is the downside of their day. 
Reality is boring, and they can't wait to sleep again.

Me?

I'm chasing my dreams, to live my dreams.

And i prefer not sleeping than being caught in a dream that kept me from the reality.

Reality, no matter how crappy it is, real. 

Monday, January 02, 2012

Aku + kamu = kita
Aku sama kamu karena cinta

Monday, December 19, 2011

When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
So much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
To see what you find

'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We got a lot to learn
God knows we're worth it
No I won't give up

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools, the skills we've got yeah we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend at least we didn't tend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I got, and what I'm not
And who I am

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

So easy is our life
What's mine is yours and yours mine
Hardly do we ever fight
We'd rather be kind

I won't give up on us
Even if the skies get dark
I'm healing this broken heart
And I know I'm worth it

I won't give up on us
God knows I'm tough, I am love
We got a lot to learn
God knows we're worth it

No I won't give up on us
God knows I've had enough
We got a lot to learn
And we're, and we're worth it

No I won't give up
No I won't give up


[ Lyrics from Jason Mraz - I won't give up - ]
Sebuah kapal kehidupan terus berjalan

Musuh teman sahabat berdiam dan berganti

Mencoba berjalan menuju gemilang

Kemudian tersungkur ke dalam tumpukan tai

Untuk apa dihargai jika hanya bisa mencaci


Berdiam seorang diri

Mencoba bertarung

Mencoba bergulat

Kemudian tersungkur ke dalam tumpukan tai

Untuk apa dihargai jika hanya bisa mencaci


Kebaikan datang menghampiri

Mencoba mengetahui

Mencoba membenahi

Kemudian dilempar dan tersungkur ke dalam tumpukan tumpukan tai

Untuk apa dihargai jika hanya bisa mencaci


Berjalan

Berlari

Sesekali berhenti

Kemudian tersungkur ke dalam tumpukan tai

Untuk apa dihargai jika hanya bisa mencaci


Melihat ke atas

Menggapai gemerlap

Bintang enggan membalas

Kemudian tersungkur ke dalam tumpukan tai

Untuk apa dihargai jika hanya bisa mencaci


Maaf

Maaf

Maaf

Friday, December 16, 2011

Pertama-tama saya meminta maaf jika ternyata saya kembali menorehkan sebuah tulisan disini...

Sebenarnya sudah cukup lama sejak kali terakhir saya menuliskan sesuatu di blog ini..namun seiring waktu berjalan, ternyata yang namanya pembelajaran dan pengalaman tidak akan pernah berhenti dan menghampiri hidup kita...

Dan sepertinya saya memutuskan untuk kembali menulis di blog ini..

Salam,
pm23

Friday, June 17, 2011

Momentum

Kadang kala, semesta dunia mendukung kita untuk meraihnya. Semua seakan-akan berjalan dengan baik, dan sepertinya tidak akan mungkin terintervensi oleh tetek bengek permasalahan teknikal. Bahkan, kalau ada yang membaca tulisan saya ini, dan dia orang hukum atau minimal orang akdemisi, sudah habis saya karena tidak menggunakan ejaan bukan cuma baik tapi juga benar. Intervensi. Ya, seperti itu tadi. Entah kenapa, selalu saja ada hal kecil yang dapat dipermasalahkan. Kecil, namun berdampak sistemik. Halah.
Blog ini, meskipun sepertinya akan berakhir, sebenarnya digunakan untuk berbagi. Pada waktu blog ini dibuat, seakan-akan, ketika itu, semesta dunia mendukung kami untuk membuat blog ini. Tempat dimana fase pencarian jati diri itu di bagi ke semua orang, dengan harapan pengalaman yang kami tuangkan dalam tulisan menjadi -sedikit banyak- kesamaan yang kita punya. Sekarang?
Mungkin tempat kami berkisah bukan lagi disini. Mungkin. Tapi apa salah jika kami berbagi? Tidak. Ada yang ingin berbagi? Ada yang ingin berkonsultasi? Lihat saja disini, mari kita berbagi.
Sementara untuk kami? Kami punya tempat masing-masing.
Momentum kami sudah hampir berakhir untuk tidak menjadi dewasa, meski setiap kita punya sisi kekanakan.

Tuesday, May 10, 2011

Terakhir

Terlalu banyak hal yang sudah saya tuliskan disini..
Terlalu banyak saya mencoba berperan sebagai seseorang yang mengetahui semuanya..
Terlalu sering saya mencoba untuk membantu berbagi pemikiran..
Namun ternyata tidak banyak yang sebenarnya berguna..

Ini akan menjaadi tulisan terakir saya di blog ini..
Saya merasa saya sudah cukup mencoba berbagi..
Bukan berarti tidak mau lagi untuk berbagi..
Namun yang saya sadari bahwa saya bukanlah siapa-siapa..

Yang saya sadari bahwa saya hanyalah seorang pemuda yang sedang mencari ilmu jauh dari tanah air..Mencoba mencari hidup baru..
Saya bukanlah seorang pemuda yang bisa diandalkan...Saya hanya seorang manusia biasa tanpa ada sesuatu yang spesial..

Kepada teman, kawan, lawan, musuh, sahabat, dan orang asing yang mungkin pernah mau mengenal saya..Atau paling tidak, pernah mendengar nama saya..Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih telah pernah hadir di dalam hidup saya...Terimakasih telah memberi pengalaman dan pembelajaran untuk saya...

Dan saya juga ingin meminta maaf kepada semua orang yang ada di dalam blog ini..Saya meminta maaf jika saya pernah menyakiti kalian..Baik perasaan maupun secara fisik...Namun saya sadar, bahwa bukan kalian yang bersalah...Tapi memang hanya saya yang terlalu takut untuk megambil keputusan...

Sekali lagi terimakasih dan maaf...