Tidak mudah memang untuk mendapatkan sebuah ilmu..Banyak jalan yang harus ditempuh..Sebagai contoh : untuk masuk ke sebuah sekolah ternama yang (katanya) mempunyai sistem pendidikan yang lebih baik dibanding dengan sekolah lainnya, kita harus berjuang dan bersikeras untuk dapat diterima..Bukan hanya motivasi dari dalam diri sendiri saja yang menjadi musuh, tetapi juga orang lain yang mempunyai tujuan yang sama..
Setelah kita diterima, lalu apa? Apakah selesai perjuangan kita? Sepertinya tidak..Kita akan mempunya target lain yang harus kita kejar, mimpi lain yang harus kita capai..
Saya mahasiswa tahun 3..Berat rasanya untuk menentukan long-term goal.. Banyak dari kita yang sudah memikirkan akan mengambil gelar Master dimana dan sebagainya..Sedangkan saya? Saya hanya bisa memikirkan bagaimana cara saya untuk survive saat ini, untuk bisa mendapat gelar Bachelor saya..
Saya menghadapi ini semua bukan tanpa tekanan..Bisa dibilang saat ini saya harus berjuang keras di bawah bayang-bayang kedua kakak saya..Kenapa?
Kakak tertua saya sudah mendapatkan gelar masternya majoring urban design dari Architecture Association di London sekitar 8 bulan yang lalu..Kakak saya yang kedua baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan masternya majoring engineering management dari University of Birmingham 2 bulan yang lalu..Sedangkan saya? Saya masih harus berjibaku dengan gelar bachelor saya..
Kalau kita berbicara mengenai target, saya juga mempunyai target...Namun sayangnya target tersebut tidak bisa saya capai..Dan saya harus merombak ulang semua target yang sudah saya tentukan sebelumnya...
Dan lagi mungkin saya bukan orang yang bisa hidup dengan target..Karena salah satu prinsip hidup saya adalah : "Always prepare for the worst"..Kenapa? Simple, karena saya hanya tidak ingin ketika saya mendapat hasil yang terburuk, saya akan jatuh termenung untuk waktu yang cukup lama..Saya harus bisa bangkit secepatnya karena saya tau bahwa saya telah bersiap untuk itu..
Namun di sisi lain, prinsip tersebut seperti pedang bermata dua..Terkadang saat saya tidak memberikan effort terbaik saya, yang terjadi adalah saya tetap berpikir seperti itu, dan akhirnya berujung seperti memaklumi apa yang terjadi..
Saya tahu yang saya butuhkan adalah motivator..Motivator yang dapat membuat saya memberikan yang terbaik dari diri saya..