Blog ini hanya sebuah Blog yang isinya banyak bercerita mengenai kejadian-kejadian yang sering terjadi diantara kita semua sebagai seorang manusia..
Saya dan teman saya yang berperan sebagai administrator blog ini ingin mencoba mengungapkan pemikiran-pemikiran yang kami dapatkan selama kami hidup..

Kami harap semoga Blog ini cukup mewakili perasaan ataupun pemikiran kalian..

Jangan takut untuk meninggalkan komen..

Cheers..

Tuesday, January 05, 2010

Waktu Nggak Menjamin

Baru2 ini, salah satu pasangan yang dua-duanya adalah temen gw yang udah lama sekitar 3-4 tahun berhubungan, putus. Semua temen-temen deket dari mereka terkejut. Tapi gw gak. Kenapa? Gw cukup deket sama yang cowo, dan kebetulan dia curhat masalah cewenya ini ke gw. Kenapa mereka putus? Panjang bos. Gw aja yang cerewet bawel dan ngomong mulu ini aja sampe males nyeritainnya. Intinya si cowo merasa si cewe masih aja berasumsi yang tidak-tidak padahal mereka sudah 4 tahun (pada titik ini gw setuju, regardless gw temen cowonya ato bukan, karena agak konyol sih si cewenya, wajar aja temen gw ini lama-lama kesel) dan si cewe merasa tersakiti. Ya sudahlah.

Hal ini tiba-tiba membuat gw berfikir bahwa waktu itu gak menjamin. Gimana? Ya begitu.

Misalnya, ada yang bilang bahwa kedewasaan seseorang bukan diukur dari umur. Ada aja anak kecil yang udah nanggung beban penderitaan hidup setara dengan orang dewasa. Ada aja remaja tanggung yang merumuskan teori yang tidak pernah terfikir oleh Profesor doctor MBA SSc SH MH BH. Ada saja bapak-bapak yang kayak anak kecil minta dibeliin Smartphone BeriHitam sama istrinya yang banting tulang buah menghidupi dirinya yang pengangguran. Waktu yang membentuk kita gak menjamin kita bakal terbentuk.

Pasangan-pasangan sekalipun. Ada yang nikah udah hampir 20 tahun, punya 2 anak, brantem gara-gara jarang berkomunikasi dan minta cerai istrinya. Ini pengalaman pribadi. Yang membuat gw bertanya-tanya adalah, kmana dulu cinta yang berapi-api itu, yang membuat kalian mengucap sumpah setia sampai mati, yang membuat kalian punya 2 anak, yang membuat kalian bertahan selam 20 tahun? Terkikis oleh masa kah? Atau emosi sesaat kah? Atau memang karena ego kalian masing-masing yang ternyata masih seperti anak kecil yang kalo minta permen harus dikasih kalo gak nangis sampai merengek-rengek dan banting-banting.

Katanya yang bisa menyembuhkan hati yang patah hanyalah waktu. Yup, ini memang benar. Tapi dengan post ini gw berikan suatu fakta yang baru.
Gak selamanya waktu memberikan apa yang kita perlukan. Gak selamya waktu membuat kita tambah dewasa. Gak selamanya waktu bisa membuat sesuatu itu semakin tua dan lemah. Gak selamanya waktu membuat sesuatu semakin kokoh. Gak selamanya cinta itu saling memiliki. *apa seeeehhhhhh

Gimana cara ngatasinnya? Sejujurnya gw gak tau. Beneran. Tapi gw punya prinsip, yang gw pikirkan adalah saat ini saja. Jadikan hari esok sebuah harapan, jadikan kemaren menjadi cerita. Tapi saat ini, detik ini, hari ini, berikanlah yang terbaik yang lo bisa, dimana pun. Ini prinsip gw untuk melangkah di. Dengan ini, gw percaya gw gak bakal menyesal, meskipun kadang bakal kecewa. Dengan ini gw menjalani setiap hari dengan tantangan tersendiri, dan dengan sendirinya waktu akan mengubah gw menjadi orang yang lebih baik lagi (amin...). Tentu saja ini teorinya. Prakteknya lo coba sendiri aja dah, gw juga masih nyoba.

Gak selamanya waktu bisa membantu kita. Kembali lagi itu adalah pilihan. Apakah kita mau memecahkan permasalahan yang kita hadapi, dan KAPAN kita mau melakukannya.
Waktu akan menjawab, tapi jawabannya belum tentu menyenangkan. Apa yang lo punya, hargai dan sebisa mungkin pertahankan, karena waktu mungkin akan mengambilnya.